Hm..
Ini sabtu sore. Waktu yang jarang-jarang sekali saya bisa ada di kosan duduk-duduk, dengan keadaan yang cukup. Cukup adem, cukup panas, cukup menyenangkan, cukup menyebalkan, cukup membosankan, cukup kenyang, cukup. Iya, cukup, karena sesuatu yang berlebihan itu pada dasarnya tidak baik.
Ini sabtu sore. Waktu yang jarang-jarang sekali saya bisa ada di kosan duduk-duduk, dengan keadaan yang cukup. Cukup adem, cukup panas, cukup menyenangkan, cukup menyebalkan, cukup membosankan, cukup kenyang, cukup. Iya, cukup, karena sesuatu yang berlebihan itu pada dasarnya tidak baik.
Let me share something. Ngga penting sih.
Kemalasan saya berulah lagi. Hari ini saya memutuskan untuk ngga
ikut training fasilitator untuk acara 2 minggu lagi. Ya, actually, saya
berperan sebagai observer di acara itu, bukan fasilitator. Tapi mereka memang
satu paket tugasnya. Kata panitianya sih keikutsertaan peserta training ini
bisa jadi pertimbangan apakah dia akan jadi fasilitator/observer di acara
nanti. Oh yeah. Bahkan ancaman seperti itu tidak bisa menghancurkan kemalasan
saya. Jadilah saya di kosan seharian ini.
Pekerjaan di kosan yang ngga jelas seharian ini menghantarkan saya
pada perbuatan dosa yang tak kunjung behenti. Pertama, saya memakan indomie lagi
hari ini. Padahal kemarin baru aja saya menghabiskan satu bungkus indomie untuk
dibuat omelet. Sungguh saya merasa berdosa. Ini ngga lebay kalau menurut saya. Meskipun
saya orangnya ngga cukup sehat dengan menjadi anggota geng anti buah, tapi saya
juga sebenarnya anti makan indomie terus-terusan. Pernah saya buat rekor ngga
makan indomie selama satu tahun lebih *pamer* dan itu prestasi yang oke banget.
Kalau ada yang mau coba, silakan banget.
Dosa yang kedua adalah, hari ini saya berencana mengerjakan
laporan SSCT yang penuh analisa *analisa ngawur versi saya*. Tapi yang terjadi
adalah, sampai sekarang saya baru mengerjakan sampai bab II saja dari 5 bab. Selamat,
selamat. Anyway, tugas ini memang dikumpulkan hari selasa nanti. Oh ya temans,
menjadi anti-prokrastinasi itu sangat menyenangkan loh. Meskipun saya adalah
seorang dengan tingkat kemalasan tinggi, kalau kau mau, kau pasti bisa! Oke,
sama saja sih, sekarang laporan saya juga belum selesai -_- *paradoks*
Ehem, berlanjut ke dosa yang ketiga. Hari ini pula saya berniat
membaca 2 buku sekaligus *halah gaya*, tapi sampai sekarang belum kebaca juga. Yang
pertama, Stress, Appraisal, and Coping punyanya Lazarus.
Yang kedua adalah
Social Psychology nya John Mayer eh salah, maksud saya David Myer -_-.
Tapi
buku keduanya saya baca cuma part Prosocial Behavior nya aja. Kenapa begitu? Karena
ini ada kaitannya sama skripsi saya yang tak kunjung mendapatkan ide yang sreg.
Kalau mau dibilang, ide banyak, tapi aneh semua, variabelnya ngga jelas,
korelasinya ngawur, latar belakangnya apaan tau, kacau lah. Saya juga bingung. Sampai
kapan ya saya sampai bisa memakai kemeja, rok, dan sepatu pantofel lalu
mempresentasikan BAB I saya di hadapan dosen-dosen dan teman mahasiswa. Kaaapaan
kaaapaaan~
Dibalik yang buruk, pasti ada kebaikan. Alhamdulillah, paling
tidak, hari ini saya bisa memanfaatkan sinar matahari yang emang terangnya
masya Allah di musim hujan ini yaitu dengan menjeeemurrr baajuuu daan boneekaa.
Selamat, selamat. Dan kini, langit mulai galau lagi. Eh, salah. Hati-hati
dengan kata galau kalau tidak tahu artinya. Galau itu menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia artinya kacau tidak keruan. Jadi, saya koreksi, langitnya
mendung lagi maksudnya.
Alhamdulillah lagi, hari ini saya kangen orangtua saya. Ihiy! Saya
jadi ingat minggu kemarin saya sempat curhat masalah saya ke babeh, bahkan
sampai meneteskan air mata. Saya yakin beliau liat saya nangis, tapi beliau
pura-pura ngga liat dan berusaha menenangkan saya dengan memeberikan
kemungkinan-kemungkinan positif. Sama seperti mama saya. Sama persis alasan
yang mereka kemukakan. Mereka memang benar-benar jodoh.
Satu hal yang random di pagi ini, saya minta saran kado untuk
dateng ke nikahan temen, yang murah tapi oke apa ya? Saya tanyalah ke mama
saya. Ujug-ujug, babeh saya nelpon dan langsung nyamber “Kamu ngapain
nanya-nanya begituan? Mau kawin sekarang? Ada sih yang murah, kalo mau kawin 2
juta juga jadi.” EEHHH?? Apadeh yak -_- random pisan. Saya nanya kado malah
ditanyain mau nikah. Alamak si babeh.
Ah, ya baiklah *akhirnya antiklimaks*. segitu dulu ngerandomnya, kapan-kapan disambung laaagii~. Adios!

No comments:
Post a Comment