Saturday, November 12, 2011

Random Thought


Hm..
Ini sabtu sore. Waktu yang jarang-jarang sekali saya bisa ada di kosan duduk-duduk, dengan keadaan yang cukup. Cukup adem, cukup panas, cukup menyenangkan, cukup menyebalkan, cukup membosankan, cukup kenyang, cukup. Iya, cukup, karena sesuatu yang berlebihan itu pada dasarnya tidak baik.

Let me share something. Ngga penting sih.

Kemalasan saya berulah lagi. Hari ini saya memutuskan untuk ngga ikut training fasilitator untuk acara 2 minggu lagi. Ya, actually, saya berperan sebagai observer di acara itu, bukan fasilitator. Tapi mereka memang satu paket tugasnya. Kata panitianya sih keikutsertaan peserta training ini bisa jadi pertimbangan apakah dia akan jadi fasilitator/observer di acara nanti. Oh yeah. Bahkan ancaman seperti itu tidak bisa menghancurkan kemalasan saya. Jadilah saya di kosan seharian ini.

Pekerjaan di kosan yang ngga jelas seharian ini menghantarkan saya pada perbuatan dosa yang tak kunjung behenti. Pertama, saya memakan indomie lagi hari ini. Padahal kemarin baru aja saya menghabiskan satu bungkus indomie untuk dibuat omelet. Sungguh saya merasa berdosa. Ini ngga lebay kalau menurut saya. Meskipun saya orangnya ngga cukup sehat dengan menjadi anggota geng anti buah, tapi saya juga sebenarnya anti makan indomie terus-terusan. Pernah saya buat rekor ngga makan indomie selama satu tahun lebih *pamer* dan itu prestasi yang oke banget. Kalau ada yang mau coba, silakan banget.

Dosa yang kedua adalah, hari ini saya berencana mengerjakan laporan SSCT yang penuh analisa *analisa ngawur versi saya*. Tapi yang terjadi adalah, sampai sekarang saya baru mengerjakan sampai bab II saja dari 5 bab. Selamat, selamat. Anyway, tugas ini memang dikumpulkan hari selasa nanti. Oh ya temans, menjadi anti-prokrastinasi itu sangat menyenangkan loh. Meskipun saya adalah seorang dengan tingkat kemalasan tinggi, kalau kau mau, kau pasti bisa! Oke, sama saja sih, sekarang laporan saya juga belum selesai -_- *paradoks*

Ehem, berlanjut ke dosa yang ketiga. Hari ini pula saya berniat membaca 2 buku sekaligus *halah gaya*, tapi sampai sekarang belum kebaca juga. Yang pertama, Stress, Appraisal, and Coping punyanya Lazarus.

Yang kedua adalah Social Psychology nya John Mayer eh salah, maksud saya David Myer -_-. 

Tapi buku keduanya saya baca cuma part Prosocial Behavior nya aja. Kenapa begitu? Karena ini ada kaitannya sama skripsi saya yang tak kunjung mendapatkan ide yang sreg. Kalau mau dibilang, ide banyak, tapi aneh semua, variabelnya ngga jelas, korelasinya ngawur, latar belakangnya apaan tau, kacau lah. Saya juga bingung. Sampai kapan ya saya sampai bisa memakai kemeja, rok, dan sepatu pantofel lalu mempresentasikan BAB I saya di hadapan dosen-dosen dan teman mahasiswa. Kaaapaan kaaapaaan~

Dibalik yang buruk, pasti ada kebaikan. Alhamdulillah, paling tidak, hari ini saya bisa memanfaatkan sinar matahari yang emang terangnya masya Allah di musim hujan ini yaitu dengan menjeeemurrr baajuuu daan boneekaa. Selamat, selamat. Dan kini, langit mulai galau lagi. Eh, salah. Hati-hati dengan kata galau kalau tidak tahu artinya. Galau itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya kacau tidak keruan. Jadi, saya koreksi, langitnya mendung lagi maksudnya.

Alhamdulillah lagi, hari ini saya kangen orangtua saya. Ihiy! Saya jadi ingat minggu kemarin saya sempat curhat masalah saya ke babeh, bahkan sampai meneteskan air mata. Saya yakin beliau liat saya nangis, tapi beliau pura-pura ngga liat dan berusaha menenangkan saya dengan memeberikan kemungkinan-kemungkinan positif. Sama seperti mama saya. Sama persis alasan yang mereka kemukakan. Mereka memang benar-benar jodoh.

Satu hal yang random di pagi ini, saya minta saran kado untuk dateng ke nikahan temen, yang murah tapi oke apa ya? Saya tanyalah ke mama saya. Ujug-ujug, babeh saya nelpon dan langsung nyamber “Kamu ngapain nanya-nanya begituan? Mau kawin sekarang? Ada sih yang murah, kalo mau kawin 2 juta juga jadi.” EEHHH?? Apadeh yak -_- random pisan. Saya nanya kado malah ditanyain mau nikah. Alamak si babeh.

Ah, ya baiklah *akhirnya antiklimaks*. segitu dulu ngerandomnya, kapan-kapan disambung laaagii~. Adios!


No comments:

Post a Comment