Sunday, October 6, 2013

Rindu

I dont know why i love you. I just know i can't stop thinking of you. but wait, it cause you make me smile. you always make me smile! :)

Akhirnya satu dua patah kata bisa juga terucap di depan matamu. Dan tatapanmu adalah yang berbahaya. Lembut dan menenangkan. Kelamaan bisa-bisa aku luluh karenanya.

Aku masih melihat senyummu tadi. Terasa tergantung di depan dahiku,berdiam di sana.

Bolehkah aku bertemu lagi?
Tidak hanya sepercik kata, tapi kumpulan pangkat tak hingga.

Aku.
Merindumu.
Secepat ini.

Kesal

Kemarin itu padahal tinggal sedikit lagi. Ibarat lomba lari marathon, tinggal selangkah lagi menuju garis finish tapi berbalik mundur. Iya seperti itulah kemarin.

Aku juga kesal dengan diriku sendiri yang selalu bersikap sama saat akan menghadapimu tatap muka.
Menghindar.
Bersikap dingin.
Acuh tak acuh.

Padahal aku tahu kau disana, saat tidak melihatmu. Terasa betul sinyalmu masuk ke radarku. Tanpa terlihat mata pun getaran itu ada.

Padahal aku tahu kau melihatku. Tapi serasa tidak peduli, aku memalingkan muka, menjauh darimu.

Itu. Aku.
Selalu seperti itu.

Monday, September 30, 2013

Surat Terima Kasih



Teruntukmu,
seorang yang belum bisa disebutkan namanya.

Aku tahu.
Aku tahu bahwa aku belum cukup waktu untuk menuliskannya di sini.

But let me write down my sincerity.

Terima kasih.

Karena telah menuliskan tentangku, bahkan sejak aku tak peduli siapa kau.
Mengetuk namaku untuk pertama kali, dan menunggu hingga aku tergerak.
Tidak berpindah sedikit pun, meski kuacuhkan, sabar menatap dari kejauhan.
Tetap tersenyum, senyum yang menenangkan.

Terima kasih.

Atas dewasamu yang meneguhkan
Atas tawamu yang mencerahkan 
Atas keberanianmu untuk memulai dan berkata jujur

dan segala yang orang lain anggap sebagai hal mendayu-dayu
tapi kupikir tak apa.
Kau pantas miliki itu.


Kau dan aku mungkin sama-sama menunggu.
Menunggu satu sama lain bergerak dan berbicara.
Kau dan aku mungkin sama-sama belajar.
Belajar tidak menangisi masa lalu dan melangkah ke masa selanjutnya.
Kau dan aku yang dipertemukan, saat ini.

Alhamdulillah

Monday, September 23, 2013

Katarsis

Sungguh. Rasanya pingin menulis sesuatu untuk menetralkan isi kepala dan hati yang sedak berpihak ke satu sisi, tidak seimbang. Atau setidaknya untuk membagikan rasa bahwa di sini terlalu penuh hingga mungkin ingin tersedak (tersedak kok ingin?).

Biarkan saya menulis beberapa kata yang tak bermakna, tapi menelusuk relung jiwa raga, menembus akal nurani (pehlis, gue ngga ngikutin vickisasi). Permainan kata mungkin bisa jadi salah satu katarsis yang paling gampang untuk dilakukan saat ini. Tapi bersiaplah untuk terkena lemparan kamus besar bahasa indonesia dari para pegiat bahasa jika salah-salah pakai.

Hem.
Keberadaan kemungkinan keluarga baru agaknya membuat loncatan-loncatan kecil. Terlalu baik, terlalu manis, menyenangkan.

Semoga ini menjadi pijakan pertama untuk langkah selanjutnya yang lebih menyenangkan.



Eh.
Ngomong ape sih lu?

Classic

Okay, we're going right to the point.

Salah satu hal yang menyenangkan menjadi manusia adalah mengalami apa yang dinamakan jatuh cinta. Mengapa namanya jatuh? Mengapa tidak naik cinta? Mengapa tidak lainnya? Yes. Ini persoalan lama yang jika mengalaminya sungguh tak ada habisnya dan tak masalah jika dibahas terus menerus. Berbeda dengan pengalaman sebaliknya. Dengar kata cinta pun terasa muak.

Lanjut.

Jatuh mungkin bisa diartikan sebagai pasrah, lepas. Sehelai daun yang jatuh dari tangkainya, pasrah jatuh ke tanah, pasrah atas gravitasi yang menariknya. Jatuh itu bisa dibilang pasif. Menerima.
Jatuh cinta begitukah? Pasrah seperti terombang-ambing perasaan. Rasanya seperti terangkat jauh ke atas. Tapi nyatanya jatuh ke dalam lubang.

Jatuh.
Cinta.

Klasik. Membunuh perlahan.

fin.

Thursday, July 25, 2013

Pemantik

In repeat: Sheila on 7 - Hingga Ujung Waktu

"Bahayanya jadi perempuan, sekali hatinya terpantik, sekecil apapun, efeknya lama-lama akan besar dan bertahan dalam jangka waktu panjang. Hatimu, harimaumu. Tanggung sendiri akibatnya."

Tadinya saya kira, orang yang baru datang itu akan membuat saya semakin netral dan obyektif dalam berpikir. Karena mungkin tujuannya sudah jelas, terukur, dan ada.
Tapi mungkin dasar perempuan yang tak bisa sekalipun terpantik hatinya karena membahayakan, saya jadi kena akibatnya. Atau memang saya yang terlalu sensitif akan hal itu?
Rasanya terus terpikirkan apa yang belum halal dan mencoba meluruskan pikiran tetapi selalu gagal dan hingga sesak rasanya, mungkin ini sama saja seperti masa-masa bodoh jaman lalu.

Ah bahkan dia di sana berusaha menjaga. Apa mungkin saya dengan enaknya mengotori? Rasanya tidak adil.

Jikalau ingin memilih, bolehkah saya ambil pisau dan menancapkan dalam-dalam ke jantung hingga mati rasa? Rasanya saya tak pantas.

Friday, May 3, 2013

Rindu

kutitipkan asa hingga pulang | kubawa rindu ke tanah seberang

memang tiada cukup waktu bersama untuk dikenang | kutinggalkan semua dalam pengawasan Allah lalu bertenang

kurisaukan angin yang kelak membawaku pergi darimu | dan jaraklah yang bertanggung jawab atas
rasa rindu

bila engkau rindukan aku jangan dengan airmata | cukup dengan sujud pada Tuhan-mu dan berdoa


~ Ustadz Felix Siauw

Friday, April 5, 2013

Perbincangan

Selamat malam. Dan kuucapkan lewat seiring kokok ayam yang terdengar malam ini. Seruntut doa meminta disampaikan lewat malaikat yang turun.
"Sampaikan hingga ke Arsy-Nya yaa malaikat."

Hingga keresahan membuat qalbu meringis belakangan ini, kumohon tetapkan hatiku ya Rabb yang Maha Pengasih. Beritahu dia tentangku di sini.
"Sampaikan hingga ke Arsy-Nya yaa malaikat."

Untuk setiap kata yang membingungkan, buatlah dia untuk mengerti ya Rabb. Beritahu dia tentang waktu yang berjalan selama ini ya Rabb.
"Sampaikan hingga ke Arsy-Nya yaa malaikat."

"Sampaikan hingga ke Arsy-Nya yaa malaikat."

Tuesday, March 12, 2013

A Girl Who Can't be Moved

Saya sudah terbiasa dengan ini. Bertahan dengan satu pilihan. Tetap. Tanpa bergerak. Tanpa melangkah. Hanya menunggu.

Kemudian akan berpindah jika tercampakkan. Katakan bahwa saya menyedihkan, tapi saya pun lebih senang begitu.

Agaknya selalu menyebalkan memiliki tugas utama untuk menunggu dibandingkan memulai. Tapi saya pun lebih senang begitu.

Dan untuk ribuan sandi yang telah saya berikan, meski tak dapat terpecahkan, bahkan dibaca pun tidak, saya masih bertahan untuk diam, tak melangkah dari tempat berdiri.

Masih menunggu di sini.
Jika kau membaca ini.

Tuesday, March 5, 2013

Persaingan? Lucu.

Sungguh. Tak ada orang yang ingin dibandingkan satu sama lain kan? Oh oke. Kalaupun ada, mungkin dia berada pada posisi yang lebih baik daripada yang dibandingkan, atau memang dia ingin dapat kritik dan saran yang lebih baik.

Mungkin saya berada di pilihan pertama.

Saya, seorang anak sulung. Mungkin wajar dibandingkan dengan adik yang sesekali lebih baik keadaannya dari sang kakak. Oke, lama saya tak mempermasalahkan itu. Sungguh.

Tapi bagaimana rasanya diperbandingkan seumur hidup? Bahkan mungkin sebelum saya dilahirkan, persaingan itu sudah muncul.

Saya tahu, masing-masing punya sisi cemerlang. Tidakkah orang lain bisa mengerti dan tidak dengan sengaja menjatuhkan yang lain? Padahal sejatinya bukan lawan.

Sejumput sampah bernama gengsi dan kesombongan akan terlalu menyedihkan untuk dibawa ke arena perang. Kalau merasa sudah menang, lalu mau apa? Toh kita akan berjalan di peperangan yang berbeda.

Dan saya tidak berminat untuk menyalakan api perang denganmu.

Sunday, February 10, 2013

Tanpa Pengulangan. Buatmu.

Hei.
Iya ini panggilan untukmu.
Halo.
Dengar tidak?
Menolehlah. Sebentar saja.
Ya?
Ayolah.
Janji. Tak akan lama.
Masih belum tahu suaraku dari mana?
Sebelah sini.

Baiklah.
Dan wajahmu adalah yang termahal.
Teruskan saja berjalan ke depan.
Jangan berbalik padaku.

Tanpa pengulangan. Buatmu.
(tapi dusta).
Pathetic.

Saturday, February 9, 2013

We Could Be Anything

every day friends and lovers grow like flowers
make mistakes and spend your hours
living it down
life's a game a journey for us inside out
no doubt no doubt
but down the road
you're bound to take a different route
where it goes nobody really knows
i've found in the end it always comes back around
somehow somehow

i don't know
why it has to be so black and white for you and me
when there's a million colors in between
and we could be anything
the truth ain't always what it seems
and right or wrong lacks depth to me
fear is our only enemy and we could be anything


i can feel the heaviness you keep by your side
when it's real it feels like it has multiplied
it's hard to deal without a friendly face in sight
but it's all right it's all right
because to grow you've got to be alone sometimes in the cold
weathering the storm inside
so you know no matter what it's gonna be fine
it'll be fine so fine

if love is blind
how can you read the signs?
and i believe in time
that we will see
(that) we can (or could) be anything
if the feeling's right
it's not so hard to find
and we can realize
what's meant to be
we can be anything
if you love someone
you've got to let them go
set them free and trust that they will ebb and flow

we could be
we could be
we could be anything

Sunday, January 27, 2013

Lepas


Shall I write it in a letter?
Shall I try to get it down?
Oh, you fill my head with pieces
Of a song I can't get out
Can I be close to you?
Can I be close to you?

The Paper Kites - Bloom

“Certain memories resemble a balloon. We don’t want to let go because it’s so sentimental, but we can’t hold onto a balloon forever.”
- Looking For Angels

lalu berakhirlah.
sungguh.
semoga.

dan semoga kata sapamu dijawabnya.
selamat.