Monday, September 23, 2013

Katarsis

Sungguh. Rasanya pingin menulis sesuatu untuk menetralkan isi kepala dan hati yang sedak berpihak ke satu sisi, tidak seimbang. Atau setidaknya untuk membagikan rasa bahwa di sini terlalu penuh hingga mungkin ingin tersedak (tersedak kok ingin?).

Biarkan saya menulis beberapa kata yang tak bermakna, tapi menelusuk relung jiwa raga, menembus akal nurani (pehlis, gue ngga ngikutin vickisasi). Permainan kata mungkin bisa jadi salah satu katarsis yang paling gampang untuk dilakukan saat ini. Tapi bersiaplah untuk terkena lemparan kamus besar bahasa indonesia dari para pegiat bahasa jika salah-salah pakai.

Hem.
Keberadaan kemungkinan keluarga baru agaknya membuat loncatan-loncatan kecil. Terlalu baik, terlalu manis, menyenangkan.

Semoga ini menjadi pijakan pertama untuk langkah selanjutnya yang lebih menyenangkan.



Eh.
Ngomong ape sih lu?

No comments:

Post a Comment