Okay, we're going right to the point.
Salah satu hal yang menyenangkan menjadi manusia adalah mengalami apa yang dinamakan jatuh cinta. Mengapa namanya jatuh? Mengapa tidak naik cinta? Mengapa tidak lainnya? Yes. Ini persoalan lama yang jika mengalaminya sungguh tak ada habisnya dan tak masalah jika dibahas terus menerus. Berbeda dengan pengalaman sebaliknya. Dengar kata cinta pun terasa muak.
Lanjut.
Jatuh mungkin bisa diartikan sebagai pasrah, lepas. Sehelai daun yang jatuh dari tangkainya, pasrah jatuh ke tanah, pasrah atas gravitasi yang menariknya. Jatuh itu bisa dibilang pasif. Menerima.
Jatuh cinta begitukah? Pasrah seperti terombang-ambing perasaan. Rasanya seperti terangkat jauh ke atas. Tapi nyatanya jatuh ke dalam lubang.
Jatuh.
Cinta.
Klasik. Membunuh perlahan.
fin.
No comments:
Post a Comment