Friday, February 17, 2012

Sebuah Balasan


tak apa mencoba perlahan, memahami.
tak apa terlalu lama terdiam, lebih baik daripada terlalu sering terumbar.
Ia menjaga, dengan segala kasih sayangNya


tak apa kan kalau perlahan belajar bersama?
semoga senyum terus merekah untukmu.


seperti sebuah dokumen yang tertulis
"Tuhan, anugerahkan aku cinta luar biasa.
Yang akan jadi dongeng pengantar tidur tujuh generasi. 
Cinta mulia yang jadi skenario pengganti sinetron-sinetron basi.
Serenade cinta yang tak cengeng, kami bangun dari bait-bait nada tertatih-tatih menujuMu
Lalu berikan kami lampu petromaks pedagang mi malam hari, 
atau cinta tanpa tatap mata, atau syair terindah “sudikah kiranya” hingga ia diam seribu bahasa"


*ps: dan terima kasih atas donor keberaniannya. semoga terbukti di hari nanti 



Langit siang ini biru, bersih, seperti hati yang lapang menerima apa adanya.

Sunday, February 12, 2012

Kena Batunya


"sukur lo kena!"
seperti anak kecil yang bemain ketapel dan mengenai musuhnya di seberang sana. 
"emang enak!"


Langit malam ini hitam, dingin tapi teduh, seperti anak kecil yang baru saja menangis dan berada dalam pelukan ayahnya

Pagi Biasa yang Tak Biasa


Pagi ini seperti biasa. Saya mengambil sepeda dan menuntunnya keluar rumah. Memang beberapa hari ini saya melewatkan pagi tanpa berolahraga santai seperti biasa. Dan sekaranglah saatnya saya kembali membawa sepeda ukuran 24 ini berkeliling sekitar lingkungan rumah. Begitu saya membuka pintu, hawa yang tak biasa terasa di lapisan ari tubuh. Sejuk luar biasa. Ini tak biasa. mungkin akibat hujan tadi malam yang meneduhkan Jakarta. Hal itu juga membuat saya semakin bersemangat menuntun sepeda keluar rumah. Waktunya menikmati Jakarta yang tak biasa!


Saya mengayuh sepeda perlahan, menyetelnya dalam kecepatan rantai gigi 3. Biasanya di nomor 4 hingga 6, tapi biarlah saya nikmati saja kesejukan Jakarta yang jarang muncul ini. Rute perjalanan saya tempuh seperti biasa, melewati persawahan di pemukiman sebelah sana. Iya, meskipun ini Jakarta, ibukota dengan segala kemewahannya, kau juga masih dapat menemukan secuil pemandangan sawah padi minus orang-orangan sawahnya. Yang ada, mereka menggunakan kaleng-kaleng bekas dan digantung di tiang-tiang yang ditancapkan pada tanah-tanah sawah, kemudian dihubungkan dengan tali. Dengan satu gerakan menggoyangkan tali tersebut, maka kaleng-kaleng akan bergemerincing dari ujung ke ujung sawah yang lain, mengagetkan burung-burung yang sedang hinggap. Menarik.


Sambil terus mengayuh sepeda, saya juga melihat para pedagang sayur yang mulai menjajakan barangnya di pinggir jalan. Beberapa warga juga sudah mulai bertransaksi, membeli, atau bahkan sekedar berbincang dengan tetangganya. Ini biasa terjadi. Seorang kakek juga terlihat sedang duduk, berbicara bahasa Jawa, dan beberapa orang lebih muda berdiri di sekitarnya, seperti sedang mendengarkan cerita, atau mungkin mereka sedang membahas suatu yang menarik, seperti pagi biasanya.


Satu hal yang tak biasa saya temukan pagi ini. Sebutlah namanya Ibu X, saya memang benar-benar tidak tahu namanya. Saya biasa melihatnya di pinggir jalan, duduk dengan bungkusan plastik hitam di sebelahnya, terkadang sambil memakan sesuatu, atau meminum air mineral. Begitu setiap hari. Kalau menurut orang awam ia biasa disebut 'orang gila', tapi saya tak ingin menyebutnya demikian. Dengan segala hal abnormal yang ada padanya dibandingkan orang lain kebanyakan, tentu ia punya alasan untuk itu. Menarik untuk ditelusuri, tetapi bukan itu yang jadi perhatian saya. Pagi ini, untuk pertama kalinya, saya melihat ia bergerak dari tempat biasanya ia berada, berjalan melewati jembatan sungai. Saya tak tahu kemana Ibu X itu pergi dan akan terlihat aneh juga kalau saya mengikutinya dari belakang. Tidak mungkin, kan. Mungkin sesuatu telah terjadi, atau ia ingin melakukan apa, semoga suatu hal yang baik. Saya pun kembali terus mengayuh sepeda.


Satu pemandangan lagi yang tidak biasa saya temui, saya melihat pasangan kakek-nenek yang duduk di areal sawah, menghadap ke arah matahari terbit sambil berbincang. Terlihat manis meskipun ini bukan pinggir pantai atau taman kota yang berhiaskan lampu-lampu cantik. Melihat mereka, saya jadi rindu dengan kakek-kakek juga nenek-nenek sayua yang telah tiada. Juga membuat saya iri dengan romantisme kesederhanaan mereka. Ah, ya sudahlah, waktunya terus melajukan sepeda lagi.


Di perjalanan selanjutnya, saya masih melihat orang-orang lalu lalang berolahraga dengan sepedanya, bermain bulutangkis di pinggir jalan, atau sekedar berlari-lari kecil bersama anggota keluarganya yang lain. Juga sekelompok anak kecil yang berlatih tae kwon do di lapangan sebelah masjid. Semuanya terlihat penuh senyum dan tawa yang menghiasi pagi sejuk Jakarta ini. Iya, pagi biasa yang tak biasa.

Positivity


Besok udah mau KRSan sama dosen wali dan saya malah ujug-ujug galau soal perkuliahan. Hampir menangis saya dibuatnya.


Saya tanya ke salah satu teman saya:
"Mendingan benerin nilai dulu semuanya baru nanti ngambil skripsi doang atau libas aja sambil skripsi?"


Dia menjawab:
"Libas sambil skripsi, udah terlanjur ada dosen dan ngajuin judul"


That's the power of terlanjur.


Iya. Saya udah terlanjur ngajuin BAB 1 dan sudah dapet dosen pembimbing plus dosen pembahas yang setuju dengan judul saya, oke paling tidak dengan tema yang saya ajukan. Masalah BAB 1 saya itu akan dirombak seluruhnya itu terserah nanti. Saya cuma takut dengan kemungkinan-kemungkinan yang akan saya hadapi nanti. Perkuliahan yang masih harus saya hadapi nanti, belum lagi tugas di tiap minggu, belum lagi bolak-balik jakarta-jatinangor untuk berhadapan dengan subyek penelitian, dan tentunya bolak-balik konsultasi dengan dosen pembimbing skripsi. Masalah kerjaan bisa lah di atur sedemikian rupa karena memang belum jadi prioritas utama *gaya*.


Tapi sejatinya, ngga ada kan ya yang namanya terlanjur *menghibur diri* hehe. Tapi serius kok, selain itu sudah diatur oleh Allah atas segala keputusan yang dibuat, tentunya saya sendiri sudah harus bertanggung jawab atas semua itu. Mari pikirkan hal positifnya:


1. Skripsi sambil kuliah itu ngga bikin mager. Pastinya bolak balik ke kampus dan ngga melulu di rumah atau di kosan. Dengan melihat keadaan kampus dengan mobilitas para mahasiswanya menuntut ilmu, juga membuat semangat diri sendiri. Coba kalau di rumah atau kosan? Pegel sedikit makan, ngemil, nonton, main internet. Kapan benernya coba -_-
2. Bolak balik Jakarta-Jatinangor nyatanya sudah sering saya lakukan. Saya biasa pulang ke Jakarta seminggu sekali karena homesick atau bosan di kosan atau kehabisan duit hehe. Saya juga pernah memecahkan rekor 3 kali bolak-balik Jakarta-Jatinangor dalam seminggu saat Semester Pendek, dan itu terasa biasa saja. Jadi buat apa taakuuut?? *menghibur diri part 2*


Satu hal yang saya ingat lagi setiap ketakutan-ketakutan ini datang
"Biasanya, ketakutan-ketakutan yang muncul itu tidak akan terjadi. Dia cuma mengganggu pikiran-pikiranmu. Mari kita libas dengan pikiran-pikiran postitif saja!"


Jadi, mari berdoa agar satu semester ke depan segala yang saya rencanakan bisa berjalan dengan lancar, Allah memudahkannya, memberi jalan yang terbaik. Bismillah..


SEMANGQA! SEMANGAT QAQAA~! :D

Saturday, February 11, 2012

Sinestesia Kopi Pahit Manis

Menemukan ini di blognya raditya dika

Lalu kumpulan tweetnya yang tentang Kopi Pagi Hari yang ngga sengaja nemu di blog orang *niat banget dah dikumpulin sampe sebanyak ini*


Satu pertanyaan. Kenapa musti kopi? Kenapa ngga susu? Kenapa ngga teh? *itu tiga pertanyaan*. Kopi yang bikin gastritis kambuh, kopi yang bikin ngga bisa tidur. Eh ya, meskipun setiap saya minum kopi efek langsungnya adalah ngantuk *sugesti berlebihan*

Hehehehe. Anyway, saya suka tweet-tweet ini kok :D

Tuesday, February 7, 2012

:)

:)

untuk segala yang Engkau berikan kepadaku, terima kasih ya Allahu Rabbi. Alhamdulillah wa syukurillah.

terima kasih


:)


Published with Blogger-droid v2.0.4

Monday, February 6, 2012

niet vergeten

"How did we go wrong?
It was so good and now it's gone
and I pray at night
that our paths soon will cross
what we had isn't lost
cause you're always right here in my thoughts


You will always be in my life
even if I'm not in your life
cause you're in my memory
you
when you remember me
and before you set me free"


--
siapa yang berperan kali ini? unconsciousness atau consciousnesssesuatu yang sebenarnya sudah tidak layak untuk dibuka kembali. dan kalau sekarang dibuka kembali, pintarnya sebuah kebodohan yang diulang kembali.
rasanya memang sudah jauh berbeda. mungkin lebih terlihat menjadi sia-sia. masih mau berharap? buat apa? sudahlah. Allah tahu yang terbaik.


lepaskan.


lepaskan.


dan sempat menemukan ini di template lama ternyata masih tersimpan dan masih berjalan.
baiklah. sudah saatnya diakhiri. penantian berakhir, daah..

a wish

"...you're always there, you're everywhere. but right now i wish you here


...what  i do to have you here, here, here. what i do to have you near, near, near. i wish you were here."

Sunday, February 5, 2012

Unspoken

entah mengapa ingin meminta maaf.
maaf ya jika ada kesalahan saya, yang disengaja maupun tidak.
sungguh-sungguh minta maaf.


semoga keselamatan atasmu :)

Friday, February 3, 2012

Ketiga

cuma satu keinginan. saya ingin bertemu, berbicara langsung tentang banyak hal. tersenyum, tertawa empat mata.
tapi saya sangsi. rasanya tidak enak. tidak enak.
yang ingin ditemui menyanggupi. saya bisa saja sebenarnya. sangat bisa.


**

saya tanya "boleh ya?"
yang ditanya menggeleng. lalu menjawab persis seperti yang saya pikirkan sebelumnya.
pertanyaan retoris.
saya juga sudah tahu jawabannya.
saya bertanya lagi. merengek. terus. mencoba mencari celah.
yah, jawaban tetap sama.


saya menangis dalam hati.
mungkin terlihat sederhana, tapi buat saya, ini tidak.

saya memaksa tersenyum.
pikirkan yang ketiga. ia muncul di saat yang tak diinginkan.