Friday, February 17, 2012
Sebuah Balasan
tak apa mencoba perlahan, memahami.
tak apa terlalu lama terdiam, lebih baik daripada terlalu sering terumbar.
Ia menjaga, dengan segala kasih sayangNya
tak apa kan kalau perlahan belajar bersama?
semoga senyum terus merekah untukmu.
seperti sebuah dokumen yang tertulis
"Tuhan, anugerahkan aku cinta luar biasa.
Yang akan jadi dongeng pengantar tidur tujuh generasi.
Cinta mulia yang jadi skenario pengganti sinetron-sinetron basi.
Serenade cinta yang tak cengeng, kami bangun dari bait-bait nada tertatih-tatih menujuMu.
Lalu berikan kami lampu petromaks pedagang mi malam hari,
atau cinta tanpa tatap mata, atau syair terindah “sudikah kiranya” hingga ia diam seribu bahasa"
*ps: dan terima kasih atas donor keberaniannya. semoga terbukti di hari nanti
Langit siang ini biru, bersih, seperti hati yang lapang menerima apa adanya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment