seorang yang belum bisa disebutkan namanya.
Aku tahu.
Aku tahu bahwa aku
belum cukup waktu untuk menuliskannya di sini.
But let me write down my sincerity.
Terima kasih.
Karena telah
menuliskan tentangku, bahkan sejak aku tak peduli siapa kau.
Mengetuk namaku untuk pertama kali, dan menunggu hingga aku tergerak.
Tidak berpindah sedikit pun, meski kuacuhkan, sabar menatap dari kejauhan.
Tetap tersenyum, senyum yang menenangkan.
Terima kasih.
Atas dewasamu yang meneguhkan
Atas tawamu yang mencerahkan
Atas keberanianmu untuk memulai dan berkata jujur
dan segala yang orang lain anggap sebagai hal mendayu-dayu
tapi kupikir tak apa.
Kau pantas miliki itu.
Kau dan aku mungkin sama-sama menunggu.
Menunggu satu sama lain bergerak dan berbicara.
Kau dan aku mungkin sama-sama belajar.
Belajar tidak menangisi masa lalu dan melangkah ke masa selanjutnya.
Kau dan aku yang dipertemukan, saat ini.
Alhamdulillah

No comments:
Post a Comment