Friday, December 16, 2011

Sisi Kelam

Dari sebuah perbincangan seperdelapan hari dengan salah satu teman saya, saya jadi berfikir:
"Apakah semua orang punya sisi kelamnya? Dimana tidak ada satu orang pun yang tahu apa yang sebenarnya ada di dalam dirinya?"
Saya punya. Dia punya. Beberapa orang terkenal sana punya. Walaupun akhirnya terbongkar begitu saja. Lalu orang-orang ada yang bertatapan sinis, menghina, ada yang malah kasihan, atau girang. Girang? Iya, karena dia tidak sesempurna itu. Seneng banget liat rivalnya ternyata secemen itu.

Sering juga kaget melihat orang yang sebenarnya biasa-biasa aja, ceria, senang, sehat bugar. Tapi siapa sangka dibalik itu dia menyimpan sisi kelamnya yang ngga banyak orang yang tahu, atau bahkan memang ngga ada orang yang tahu. Nangis-nangis pengen kayak dia. Cakep, kaya, hidup makmur, sejahtera. Eh begitu tau kehidupannya yang asli, langsung sujud syukur karena ternyata kehidupan yang dimiliki jauh lebih bahagia daripadanya.


Ngapain juga ya saya nulis beginian? Entahlah. Just saying..

Wednesday, November 30, 2011

reviewing

perkenankan saya malam ini menuliskan beberapa curahan isi kepala.


tiba-tiba malam ini berubah jadi ngga enak karena mendadak jadwal mengumpulkan judul skripsi dimajukan jauh sebelum KKN. mau jadi apa saya nih? tempe rebus yang siap dibejek-bejek? rencana diskusi sama dosen aja ngga jadi-jadi, apalagi ngobrolin tentang
"bersediakah Bapak/Ibu menjadi pembimbing skripsi saya?"
saya bersiap-siap kayang. biar saya sebutkan: ide skripsi itu datangnya mepet sekali men. bermunculan buanyak sekali di saat yang tidak tepat. kenapa ngga pas waktu metpen 2 yang waktu itu saya sampe musti garuk-garuk tanah buat cari ide? kenapa musti keluar sekarang dimana saya seharusnya sudah siap sedia dengan satu judul saja? lagi-lagi, saya harus mengucap alhamdulillah. masih baik sekali Allah menumpahkan sebanyak itu ide. lalu, ide yang ada ini ternyata tidak didukung dengan variabel yang jelas dan terukur dengan baik. konstruknya pun apalah tau masih ngga ngerti. ya Allaaaah, bantu akuuu :"(


selanjutnya, mari berlanjut. saya yang tadinya sama sekali ngga kepikiran kerja waktu kuliah, ternyata diberi kesempatan sama Allah untuk mencicipinya sebentar. ya ini, meskipun masih seleksi, sepertinya cukup menarik. mudah-mudahan saja lolos. rencananya, duitnya ngga saya pakai untuk apapun, kecuali kurban kambing tahun depan, 2012. ih bisa ngga ya? bisa lah bisa insya Allah :D. selanjutnya, mungkin bisa ikut joinan kerja dengan babeh, sang ayah nomor satu. enaknya saya bisa pegang salah satu cabang usahanya. we'll see. katanya beliau mau melimpahkan kerjaan itu buat saya di semester 8, semoga ngga bacrit.


berbicara tentang dunia percintaan? maaf, saya tidak tertarik. lebih tepatnya, saya tidak mau terlalu berurusan dengan hal itu terlalu dalam untuk saat ini. buang-buang waktu.
kalau saya mau bilang, mungkin sedikit, untuk si nomor 6 saja. sisanya, uh-huh, get out please.


satu komentar saya: lelaki sekarang banyak yang cari perhatian. malesin banget.

Saturday, November 12, 2011

Random Thought


Hm..
Ini sabtu sore. Waktu yang jarang-jarang sekali saya bisa ada di kosan duduk-duduk, dengan keadaan yang cukup. Cukup adem, cukup panas, cukup menyenangkan, cukup menyebalkan, cukup membosankan, cukup kenyang, cukup. Iya, cukup, karena sesuatu yang berlebihan itu pada dasarnya tidak baik.

Let me share something. Ngga penting sih.

Kemalasan saya berulah lagi. Hari ini saya memutuskan untuk ngga ikut training fasilitator untuk acara 2 minggu lagi. Ya, actually, saya berperan sebagai observer di acara itu, bukan fasilitator. Tapi mereka memang satu paket tugasnya. Kata panitianya sih keikutsertaan peserta training ini bisa jadi pertimbangan apakah dia akan jadi fasilitator/observer di acara nanti. Oh yeah. Bahkan ancaman seperti itu tidak bisa menghancurkan kemalasan saya. Jadilah saya di kosan seharian ini.

Pekerjaan di kosan yang ngga jelas seharian ini menghantarkan saya pada perbuatan dosa yang tak kunjung behenti. Pertama, saya memakan indomie lagi hari ini. Padahal kemarin baru aja saya menghabiskan satu bungkus indomie untuk dibuat omelet. Sungguh saya merasa berdosa. Ini ngga lebay kalau menurut saya. Meskipun saya orangnya ngga cukup sehat dengan menjadi anggota geng anti buah, tapi saya juga sebenarnya anti makan indomie terus-terusan. Pernah saya buat rekor ngga makan indomie selama satu tahun lebih *pamer* dan itu prestasi yang oke banget. Kalau ada yang mau coba, silakan banget.

Dosa yang kedua adalah, hari ini saya berencana mengerjakan laporan SSCT yang penuh analisa *analisa ngawur versi saya*. Tapi yang terjadi adalah, sampai sekarang saya baru mengerjakan sampai bab II saja dari 5 bab. Selamat, selamat. Anyway, tugas ini memang dikumpulkan hari selasa nanti. Oh ya temans, menjadi anti-prokrastinasi itu sangat menyenangkan loh. Meskipun saya adalah seorang dengan tingkat kemalasan tinggi, kalau kau mau, kau pasti bisa! Oke, sama saja sih, sekarang laporan saya juga belum selesai -_- *paradoks*

Ehem, berlanjut ke dosa yang ketiga. Hari ini pula saya berniat membaca 2 buku sekaligus *halah gaya*, tapi sampai sekarang belum kebaca juga. Yang pertama, Stress, Appraisal, and Coping punyanya Lazarus.

Yang kedua adalah Social Psychology nya John Mayer eh salah, maksud saya David Myer -_-. 

Tapi buku keduanya saya baca cuma part Prosocial Behavior nya aja. Kenapa begitu? Karena ini ada kaitannya sama skripsi saya yang tak kunjung mendapatkan ide yang sreg. Kalau mau dibilang, ide banyak, tapi aneh semua, variabelnya ngga jelas, korelasinya ngawur, latar belakangnya apaan tau, kacau lah. Saya juga bingung. Sampai kapan ya saya sampai bisa memakai kemeja, rok, dan sepatu pantofel lalu mempresentasikan BAB I saya di hadapan dosen-dosen dan teman mahasiswa. Kaaapaan kaaapaaan~

Dibalik yang buruk, pasti ada kebaikan. Alhamdulillah, paling tidak, hari ini saya bisa memanfaatkan sinar matahari yang emang terangnya masya Allah di musim hujan ini yaitu dengan menjeeemurrr baajuuu daan boneekaa. Selamat, selamat. Dan kini, langit mulai galau lagi. Eh, salah. Hati-hati dengan kata galau kalau tidak tahu artinya. Galau itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya kacau tidak keruan. Jadi, saya koreksi, langitnya mendung lagi maksudnya.

Alhamdulillah lagi, hari ini saya kangen orangtua saya. Ihiy! Saya jadi ingat minggu kemarin saya sempat curhat masalah saya ke babeh, bahkan sampai meneteskan air mata. Saya yakin beliau liat saya nangis, tapi beliau pura-pura ngga liat dan berusaha menenangkan saya dengan memeberikan kemungkinan-kemungkinan positif. Sama seperti mama saya. Sama persis alasan yang mereka kemukakan. Mereka memang benar-benar jodoh.

Satu hal yang random di pagi ini, saya minta saran kado untuk dateng ke nikahan temen, yang murah tapi oke apa ya? Saya tanyalah ke mama saya. Ujug-ujug, babeh saya nelpon dan langsung nyamber “Kamu ngapain nanya-nanya begituan? Mau kawin sekarang? Ada sih yang murah, kalo mau kawin 2 juta juga jadi.” EEHHH?? Apadeh yak -_- random pisan. Saya nanya kado malah ditanyain mau nikah. Alamak si babeh.

Ah, ya baiklah *akhirnya antiklimaks*. segitu dulu ngerandomnya, kapan-kapan disambung laaagii~. Adios!