Saturday, December 31, 2011

Kota.
Hujan, Commuter Line, sendiri. Mundur ke gerbong 5 mencari tempat kosong.


Gambir.
Monas hanya terlihat batang saja. Hujan masih mengguyur. Kaki terasa lepas dari sendi. Dua empat pemuda berbincang di luar pintu, tertutup lagi. Aku bersandar. Gastristis lebih suka menyerang pembuluh darah di pelipis sepertinya. Perlahan mengunyah roti isi selai stroberi. Tidak begitu menikmati. Memang tidak suka.


Cikini.
Masih turun rintik-rintik deras. Commuter berhenti, entah dimana. Menikmati kesendirian. Namun sekelebat berharap ada.... sudahlah. Hanya khayalan.


Manggarai.
Hujan reda, makin ramai. Rasanya asam lambung naik ke pelipis kanan dan bernyanyi-nyanyi di sana. Pasrah. Hanya tetap bersandar pada tiang penyangga. Makin tidak kuat, perlahan mata terpejam. 


Jatinegara.
Ini sudah lewat sepuluh menit hanya diam. Masih lama? Pesta di pelipis makin ramai.


Klender Baru.
Aku bangkit.




Kamis, 29 Desember 2011. Selepas Ashar lewat jauh.

No comments:

Post a Comment