Hem.. biarkan kata-kata mengalir dari ujung jemari saya ini.
Hari ini hari terakhir di tahun 2011. bukan sesuatu yang penting, bukan sesuatu yang perlu dirayakan, besok juga. Tahun baru ya sama aja. Kalau orang selalu bikin resolusi tahunan yang baru lagi dan terus baru, semangat mengerjakan di awal, lalu perlahan menghilang dan jreng! Terlibas di pertengahan tahun, yasudah, lalu lupa. Saya lebih suka menjalaninya saja tanpa resolusi yang terencana. Kalo kata Master Oogway nya Kungfu Panda sih
Yesterday is history. Tomorrow is mistery. Today is a gift. That's why it's called the present.Jalani aja hari ini, buatlah hari ini lebih baik dari kemarin, begitu terus setiap hari. Tomorrow is a mystery. Besok ya besok, ya nanti aja lah. Hahahaa. Sesat juga gue. Ngga, ngga gitu juga kali. Manusia tanpa mimpi juga apa namanya? Mimpi kan bisa dibilang "tomorrow". Saya juga masih punya banyak mimpi, tapi mungkin tidak terlalu terukurkan berapa jarak waktunya secara mendetail. Berapa banyak tenaga, jarak yang akan saya butuhkan. Beberapa mimpi yang saya tulis pun jangka waktunya masih jangka panjang. Setidaknya yang saya pikirkan secara rasional. Kalo ujug-ujug Allah ngasih rezeki mimpi itu bisa dikabulkan dalam waktu dekat, siapa yang menolak? hahaa.
Berikut ini beberapa mimpi yang bisa saya tuliskan, yang terpikirkan sepanjang tahun 2011, untuk sekian hari, bulan, tahun ke depan, sampai akhir hayat dan akan terus bertambah jumlahnya:
1. ke Mekkah, Baitullah
2. doktor psikologi islam
3. bikin lapangan kerja
4. bikin rumah singgah
5. bikin sekolah gratis
6. bikin masjid
7. keliling Indonesia
8. jadi psikolog tanpa dibayar dan pengusaha kaya raya
9. nerbitin novel/kumpulan cerpen/buku
10. ketemu orang kayak Mohammad Natsir
11. ngobrol bareng Abu Bakar Baasyir
12. ke belanda, liat taman tulip, kincir angin
13. berkunjung ke penjara
14. punya anak kembar cewe cowo
15. jadi desainer yang dibayar
16. ikut memajukan daerah terpencil
17. donor darah
18. melihara kucing
19. *
20. punya drawing tablet dan gambar setiap hariii
21. punya kamera slr
22. ngeliat aurora langsung dari kutub
23. punya taman bunga matahari
24. naik gunung dan liat edelweiss
25. qurban kambing dengan uang yang dikumpulkan sendiri
26. ikutan Black Innovation Award atau semacamnya
27. jadi Vice Director Fyara mendampingi babeh
28. ajak mamapapa tinggal di rumahku kalau aku udah nikah nanti, kalau adik2 udah pada hidup sendiri2
29. melihara kura-kura
30. belajar bahasa arab
31. belajar bahasa mandarin
32. *
33. make kaos kaki secara konsisten
34. hafal Al-Qur'an
35. membuat #pinjambacabuku dan buat Indonesia Cerdas!
36. lulus pertengahan 2012
37. rutin shaum senin kamis
38. rutin shalat rawatib
39. rutin shalat dhuha
40. rutin qiyamul lail
41. rutin tadarus sehabis shalat
42. rutin shalat awal waktu
43. bikin tabungan haji
44. punya buku-buku lengkap tere liye
45. melanjutkan sekolah di Iran, atau berkesempatan pergi ke sana
Beberapa mimpi itu ada yang diberi tanda (*) karena memang hanya untuk konsumsi pribadi. Hahahaaa. Dan dari sekian banyak mimpi itu, belum ada yang bisa dicoret -__- hahaa. Ini kayaknya emang salah strategi banget. Mimpinya kebanyakan terlalu jangka panjang dan terlalu abstrak. Coba aja bayangin salah satu mimpi: "ketemu orang kayak Mohammad Natsir", ya kaaalii ketemu dimana sosok orang kayak beliau di jaman sekarang. Ah, Indonesia merindukan sosok sepertimu, Pak.
Dari sekian banyak mimpi tersebut, sebenarnya ada satu hal yang belum saya tuliskan. Saya belum berani, belum tahu, belum merasa pantas untuk menuliskannya. Yang mana adalah menikah. Agak mupeng juga liat sepupu yang seumuran dan dia udah merencanakan akan melangsungkan ikatan suci tersebut di tahun 2014 insya Allah. 24 tahun. anggaplah sekarang digenapkan tahun 2012. berarti 2 tahun lagi. WUAAA cepat bok. Saya berapa ya? Itu dia, saya belum berani ah. Setelah dipikir-pikir, ditimbang-timbang, dianalisa dan diambil kesimpulan, hasilnya adalah : GUE TAKUT NIKAH. Saya udah ngga mau tutup kuping, tutup mata lagi mengenai seluk beluk menikah. Bukan cuma hal-hal menyenangkannya dengan suami, segala hal romantisme yang bisa dilakukan nantinya yang dipikirkan lagi. Bukan, bukan itu. Bahkan berbagai hal tentang keromantisan itu bisa membuat saya takut. Entah takut kenapa, mungkin karena memang saya tidak pernah mengalaminya, jadi saya takut. Aneh ya? Haha.
Menikah sudah menjadi satu gerbang menuju sebuah penghidupan baru, pintu sebuah peradaban baru. Di situ beratnya. Jangankan membuat peradaban baru, lah wong saya sendiri masih acak-acakan dan belajar untuk meraba-raba kehidupan. Lagipula, dengan gender yang saya miliki ini yaitu: Perempuan, saya sangat mengerti mengenai keterbatasan akan hal selanjutnya. Jikalau sudah bersedia menerima status baru dalam suatu pernikahan, tentunya sudah siap menjadi seorang istri yang berbakti pada suaminya dan seorang ibu yang bijak nantinya. Dan kalau dipikir-pikir lagi, saya masih pengen lanjut strata kedua sampai ketiga untuk pendidikan, atau kalau perlu ada tambahan beberapa disiplin ilmu lainnya. Belum lagi saya masih ingin kemana-mana sendiri *petakilan banget deh -_-*, keliling-keliling tempat yang belum pernah saya kunjungi, mencoba mengabdi buat masyarakat yang membutuhkan. Yaa sebenarnya hal-hal tersebut bisa aja sih dilakukan setelah menikah. Iya syukur alhamdulillah kalo ternyata dapet suami yang mengerti akan keinginan saya dan bersedia menemani. Kalau saja seperti itu. Kalau ngga? Berarti saya harus siap jiwa raga menghapus berbagai mimpi itu. Hemmm, tapi kalau Allah sudah menetapkan seseorang yang tepat dan waktu yang tepat, mau diapain lagi coba? Allah tahu yang mana yang paling baik buat hambaNya, betul? Hehehe. Lagian kalo kelamaan nunggu sampe saya bener-bener selesai mewujudkan semuanya itu, keburu jadi perawan tua lah saya. Hemmm amit amit, naudzubillah min dzalik. Oh ya, kenapa bahasan tentang menikah ini jadi panjang sendiri coba? -_-. Maklum lah, sindrom umur duapuluhan ke atas. Sensitif betul.
Anyway, sebuah review di tahun ini, saya ngikut formatnya punya teman saya, namanya Tika. pinjam ya tik formatnya :D
1. Berencana buat usaha pernak-pernik flanel, sudah sampai tahap publikasi dan produksi model awal, tapi gagal karena kurang perencanaan.
2. HP yang baru berumur 1 semester lenyap ditilep copet. Baik-baik ya kamu di sana.
3. Nangis-nangis karena susahnya mendapatkan partisipan buat psikotes gratis.
4. METAMORPHOSA, acara terbesar DKM Ath-Tholibin Psikologi Unpad. Senang! :D ; galau metpen 2.
5. RUNNING MAN came to my life! terima kasih untuk Yoo Jae Suk, Kim Jong Kook, Ji Suk Jin, HaHa, Kang Gary, Song Ji Hyo, Song Joong Ki, Lee Kwang Su yang telah membuat tawa di sepanjang episode :D
6. Nontonin gerhana bulan terlama. Baru tau ternyata gerhana bulan sekeren itu. Subhanallah.
7. Skoringan hasil psikotes maba ITB. Ngga lagi deh, ngga lagi. capeeeek~
8. Patah hati kesekian (ops!), tapi sekaligus pembelajaran yang teramat berharga.
9. Kado ter-wah sepanjang masa: juara sekian lomba desain dan jalan-jalan sepanjang pulau jawa bareng keluarga. ya Allah alhamdulillah sekali~ :D
10. Berkenalan dengan Vertigo. Halo~
11. Numpang ke rumah sakit (judulnya sih jagain adik abis operasi); seru-seruan di kosan nonton Sea Games
12. Penutup yang manis. terima kasih :)
Tahun ini Alhamdulillah! Ngga tau lagi harus ngomong apa, banyak nikmat yang sudah diterima, masih diberikan kesempatan sama Allah buat belajar tentang banyak hal. So super! Terima kasih ya Allah, Alhamdulillah :) Hem, hehee. baiklah. Segitu dulu saja kali ya tentang tulisan kali ini. Mudah-mudahan, hari berikut berikutnya bisa lebih baik lagi dari kemarin dan selalu dapat mengambil sisi positif dari setiap kejadian. Saya tutup, Adios!
No comments:
Post a Comment