Monday, March 12, 2012

Random Senin


Kebiasaan saya saat menulis itu adalah sambil mendengarkan musik. Kalau tulisannya menye-menye, ya musiknya juga menye-menye, liriknya bisa bikin garuk-garuk tanah karena saking "sakitnya". Kalau tulisannya tentang kritikan, musiknya bisa aja jedak-jeduk atau bahkan teriak-teriak, biar makin pol maki-makinya *loh*. Kalau lagi ngerjain tugas atau mister S, biasanya saya masang depapepe, entah yang agak nge-beat biar semangat, atau yang selow karena udah kehabisan ide mau diapain lagi *curhat*. Ya sesuaikan saja lah. Nah, kalau sekarang ini, saya lebih mau merenung, bingung juga mau pake musik apa, yaudahlah saya pake playlist yang ada namanya 'flowitslow'. Sesuai namanya, musik-musiknya selow, tapi ngga menye-menye, yah mungkin ada sih beberapa lagu berlirik yang begitu, ah yasudahlah *ngomong apa sih* *intermezzo ngga penting*.


Saat ini, detik ini juga, saat ini juga, saya masih belum beranjak membuka map berisi "Mister S' things". Gitu ya godaannya berat banget kalau udah lama ngga megang mereka itu. Terhitung dari hari kamis kemarin, 5 hari tidak memegang itu berubah jadi malas buka map, malas buka dokumen UP, malas baca teori, malas ke perpustakaan, dan malas-malas lainnya. Dan saya agak tersentil tadi waktu-tiba-tiba Ella, teman satu kosan masuk ke kamar saya dan cerita tentang masalah kemalasan yang sama. Dia juga cerita kalau temannya baru saja diwisuda februari akhir kemarin. Saking semangatnya temannya itu mau menyelesaikan studinya, dosen pembimbing skripsinya sempat berujar "Kamu itu ya, semangatmu itu melebihi kapasitas otakmu". Oh yeh, kalau saya jadi dia, bingung juga mau berespon apa. Agak nge-jleb dikatain begitu tapi seneng juga tapi gimana ya haha. Pokoknya, intinya, mau sesusah apapun hal yang dihadapi, semangat aja! Mau seenggak kebayangnya gimana nanti ke depannya, semangat aja! Karena semangat itu nanti yang akan bikin kamu selalu bisa bisa dan bisa. Iya, gitu sih yang saya tangkap dari ceritanya si Ella tentang temannya itu. Lalu kita berdua pun merenung sambil sama-sama yang sedari tadi pegangan handuk masing-masing, lalu bertekad setelah mandi akan membuka dokumen mister S. Janjinya sih begitu.


....
Saya pun menghela nafas panjang. 
Hm.. Saya sempat berceletuk ke papa saya kemarin lusa,
"Pa, nanti aku mau ikut MER-C ya"
"Mau ngapain kamu? Ke Pakistan?"
"Ke Palestina"
No respon, mungkin karena memang suasananya lagi ngga serius, saya juga emang suka nyeletuk begitu, jadi emang ngga pernah dianggap serius -_-.


Satu waktu di penghujung tahun 2011 saya juga pernah berceletuk
"Pa, aku mau ikut Indonesia Mengajar ya"
"Mau ngapain?"
"Mau ngajar lah"
"Siapa sih? Anis Baswedan ya?"
"Iya, kenapa emangnya?"
"Babe belum tau itu gimana. Siapa tau ada hidden mission nya"
"Oh ya? Ahelah ribet amat deh"
"Udahlah, kamu sekolah aja yang bener. Langsung lanjut S2 S3. Nikah juga. Kalau ikut begituan, ketuaan kamu mau ngapa-ngapain"
"Kan sekalian berjihad, Pa"
"Kamu bisa kok berjihad di jalan yang lain, masih banyak cara"
Lalu saya pun diam. Bukan berarti menuruti apa kata orangtua, tapi ada hal lain yang saya pikirkan. Kalau mau barang mengajar saja, saya punya contoh konkret yang jelas. Anak-anak SD di Cisalak, Subang, tempat KKN saya kemarin, mereka butuh sekali pengajaran yang lebih baik dari sekarang ini. Atau paling tidak, tenaga pengajarnya yang diberdayakan lebih baik lagi. Ah, jauh-jauh sekali sih. Di sini, di Jatinangor, tempat saya menuntut ilmu juga banyak anak-anak yang butuh pengajaran lebih baik lagi. Dan kalau mau lebih dekat lagi, saya bisa saja menilik kedua adik saya yang masih bersekolah SD dan SMP. Mengajar mereka berdua sesungguhnya juga tidak mudah. Mereka punya karakter dan kemampuan menangkap yang berbeda-beda. Dari situ saja sebenarnya saya sudah bisa belajar banyak, tapi sering saya abaikan *maafkan kakak yang jahat ini ya huehehe*. Iya sih, kalau dipikir-pikir, selalu berfikir jauh ke depan tanpa menghiraukan yang ada di dekat itu sama aja bohong! Kata peribahasa, Semut di ujung pulau terlihat, gajah di pelupuk mata tidak terlihat. Ah, ya, bermanfaatlah untuk orang sekitar dulu. Lalu saya pun mengurungkan niat sebelumnya.


....
Si om saya menanyakan ini ke saya tadi pagi,
"Kamu udah ada judul belum buat skripsi?"
"Udah"
"Masuk psikologi apa?"
"Sosial"
"Iih ngapain sosiaaal, Psikologi Industri Organisasi ajaa"
"Ah males. Emang sih skripsinya cepet selese, tapi males ah, ngga suka"
"Ah payah luu, enakan Industri Organisasi tauuk"
"Dibilangin ngga suka ya, males ah, kerjaannya di kantoran gitu"
Terus tiba-tiba si papa nimbrung,
"Lah, kenapa ngga psikologi perkembangan aja?"
"Susah ah ngambil datanya" *anyway, ini siapa sih yang kuliah -__-* 


Selang beberapa waktu kemudian, waktu papa saya mengantar ke tempat bis menuju Jatinangor
"Kamu jadi dosen aja ya"
"Ngga mau, ngga suka"
"Lah, kenapa? Kan enak"
"Ngga mau, ngga suka di depan orang-orang"
"Gimana ngga mau di depan orang-orang? Itu kamu di psikologi sosial juga ketemu banyak orang"
"Ih tapi kan ngga segambreng juga ketemunya"
"Kamu ambil Psikologi Islam di S2 aja ya"
"Ngga ah, nanti aja itu di S3, S2 maunya Sosial"


Saya juga keinget waktu saya ditanyain ini sama si papa,
"Kamu mau jadi apa sih?"
"e... jadi apa ya.. tauk ah, liat nanti aja"
Lalu beliau ketawa ngakak. Heran juga kali ya anak segede gini kuliahnya udah mau selesai tapi masih ngga tau mau jadi apa.


.........
Lalu pikiran saya pun ngawang. Bingung mau ngapain, mau jadi apa.
Dan pikiran random saya pun loncat lagi. Saya jadi kepikiran waktu punya anak, dia akan seperti apa, pasti lucu kayak ibunya *dilempar tronton*. Anak pertama anak perempuan sepertinya menyenangkan, bisa buat jadi tempat curhat saya kalau lagi berantem sama suami *muahaaha*. Anak pertama anak perempuan yang manis yang sabar menghadapi adik-adiknya, yang santun sama orang tuanya. Err... kalau dirasa-rasa, saya jauh dari itu -__- introspeksi diri dulu neeng. Kalau anak pertama anak laki-laki, dia bisa jadi pelindung buat adik-adiknya, dengan segala kerendahan hatinya *ah mupeng kakak kalau begini ceritanya!*. Dan satu lagi, saya jadi kepikiran dipanggil Ummi sama anak-anak saya nanti. Ih soswit amaaaat x) *ngayal kejauhan*. Ah yasudahlah, itu pikiran random terakhir yang paling jauh untuk dihadapi. Nanti dulu yee~


Sekian pikiran random hari ini!

No comments:

Post a Comment