Kau, masih belum mendengar suaraku? Menggaung di antara rongga kerongkongan. Bernyanyi di ujung saraf pusat. Aku hampir berhenti menyalakan detak waktu untuk menunggumu dalam ketidakpastian, yang membuat lelah seluruhnya.
Apakah kau juga menungguku? Kemudian kita berada dalam keletihan tak berarti. Penantian itu membosankan, kau tahu? Aku masih harus menunggu berapa lama lagi?
Terima kasih untuk kepastian sehingga tak ada lagi kata tunggu yang hadir menghampiri.
Terima kasih untuk jawaban "tidak" pada setiap kata tanya yang diajukan.
*ah, menye-menye sekali sih*
No comments:
Post a Comment