Monday, November 19, 2012

2005

perasaan ini keluar lagi.
menangis tak keruan.
dan tak terdengar oleh daun telinga.
tapi tangisan dalam organ tak terlihat.
dan meninggalkan bekas yang tak terbayang.
tapi amat terasa..

membuat kotor organ tak terlihat,
seharusnya tidak dilakukan.
tapi maafkan,
yang menangis pun tidak mengerti.
hanya bisa terus menangis.

terdiam.

lalu menangis lagi.
kencang.


sudah kubilang, tak usah.
tapi tetap muncul.
dan beginilah jadinya.
selamat menikmati.

dan sudah lebih dari tujuh kali kami mengitari mentari.
dan muncul hilang berganti sesuka hati.
rasanya anak kunci yang sudah dibuang ingin diberikan padanya.
lalu buka pintu ini, untuknya.

terdiam.

lalu menangis lagi.
kencang.

Friday, August 3, 2012

Randomize as Well 2

Bila suatu hari dapat kukatakan semua, akan kukatakan. Jikalau ragaku dapatkan.
Tapi apakah salah jika kuperlihatkan padamu segala yang terlihat ini dari hati terdalamku? Tidakkah kau melihatnya? Atau rasakan?

Hahaa mungkin sudah lama saya tak merasakan hal seperti ini.  Tidak pernh bertemu dan memang tak ingin. Rasanya seperti sudah muak memakan segala sampah yang ada dan.. Sudah.. Cukup.
Saya jug tidak merasa rugi untuk tidak merasakan hal itu. Menurut saya saat ini, hal tersebut adalah anugerah yang paling menenangkan. Paling tidak, tak ada lagi penduaan daripadaNya :)

Randomize as Well

Setidaknya ada banyak hal yang terjadi dan hampir membuat gila. Rasanya seperti itu ketika semua teman-teman terdekatmu sudaj menyelesaikan studinya, kau belum, dan kalian bertemu di satu tempat, membicarakan hal tentang itu. Atau mungkin nanti, ketika semua sudah bekerja, dan kau masih berkutat dengan status pengangguran. Atau mungkin nanti, ketika mereka semua sudah punya sepasang buku bersampil coklat-hijau, sedangkan kau masih sibuk dengan duniamu sendiri. Menyedihkan kan? Lalu kau hanya bisa tersenyum dan memandangi mereka para teman-temanmu yang selangkah tiga langkah lebih daripadamu.

Ah, untuk apa? Lalu aku pun bertanya sendiri. Apa pun itu, pada dasarnya kesenangan semu. Kesenangan yang nantinya perlahan akan beranjak kepada kesedihan kembali. Merka bilang begitu, hidup seperti roda. 

Lalu apa yang kulakukan saat ini? Mau tidak mau, kesemuan ini dilalui, sebagai salah satu jalan untuk yang mutlak nantinya.