Beberapa hari ini,
dengan sangat tidak keren, menghabiskan banyak waktu terbuang begitu saja. Main
internet, bengong, tidur, makan. Padahal kerjaan seabrek, setumpuk, meluap
hingga luber tanpa ada yang selesai dikerjakan. Rasanya kepala ini mau tumpah isinya.
Dan benar, akibatnya, perasaan tidak karuan, air mata yang beberapa tetes
keluar begitu saja di depan orang banyak tanpa persiapan, serta mister vertigo
datang yang lagi… hingga sekarang. Huuhooy! Selamaat eeeaap!
Lalu kembali lagi
hari-hari ngefly bagaikan orang tanpa pijakan dan berasa punya sayap yang tak
tampak. Akhirnya dengan keputusan amat sangat enteng, saya lepaskan segala
beban dan mulai tidur jam delapan malam. Rencananya sih bangun sekitaran jam
tiga biar bisa ngerjain revisi skripsi. Sukur-sukur bisa membuka obrolan intim
yang sudah sangat lama tidak saya lakukan. Tapi ternyata bisikan setan sangat
kuat dan saya pun bangun di jam lima subuh setelah beberapa kali men-snooze
alarm handphone, gonta ganti posisi tidur, bangun karena panggilan “Naaay,
sholaat jamaah yuuk” tapi tertidur lagi. Ini rekor tidur terlama. Sembilan jam. Prook! Prok!
Prok!
Inilah hari ini,
dengan energi dari tidur yang berlebih, saya pun memulai revisi skripsi dengan
cukup lancar namun masih sempat fly. Yihii~. Kebut! Hingga sampai pada buat
janji bimbingan dengan dosen. Dan saya pun bimbingan yang tidak biasa, di dalam
mobil dosen pembimbing, menuju rumah tahanan kelas 1 di Sukamiskin, Bandung. Eeaa.
Sebenarnya ini adalah kunjungan untuk mata kuliah Patologi Sosial, tapi karena
saya butuh sekali bimbingan hari ini, dan dosen pembimbing saya menawari saya
untuk ikut, ya saya ikut saja. Lumayan, mehehehe. Dan hari ini, satu “unlimited
wish” saya bisa dicoret lagi! BERKUNJUNG KE PENJARA. Yaa meskipun Cuma sebentar
dan ngga terlalu masuk ke dalam-dalam, tapi yaa lumayan lah ya.
Selanjutnya, saya
mengunjungi seminar penelitian kualitatif di kampus. Isinya dosen dan mahasiswa
tingkat akhir yang galau skripsi. Setelah ikut seminar, saya pun makin galau
mau pakai metode kualitatif atau ngga. Tapi kata hati saya mengatakan pakai. Tapi
keinginan saya mengatakan, ia bingung. Saya tanyakan pada draf skripsi saya, ia
pun bingung. Baiklah. Tapi paling tidak, kebingungan saya membuat saya jadi
lebih pengen baca-baca lagi tentang metode ngejelimet yang satu ini
*mudah-mudahan jadi baca nanti*.
Lalu secara tak
disangka saya juga bertemu dengan Nunuy, teman satu angkatan yang sudah hamil
tiga bulan. Dia cerita, katanya kalau dengar di perutnya, akan ada suara. Suara
detak jantung! Dengan antusias dia juga cerita waktu usg anggota badan bayinya
sudah cukup terlihat. Aaaaah luucunyaaa. Berbeda dengan dengar perut saya,
isinya bunyi keroncongan selalu minta makan. Memalukan!
Dan terakhir tadi,
dengan sangat yahui, akhirnya menyelesaikan rekap laporan dan membuat slide di
prezi.com untuk presentasi manajemen jumat besok. Rencana saya untuk tidur jam
delapan malam lagi, gagal sudah. Tapi setidaknya, banyak hal yang satu persatu
lepas dan terasa enteng! Meskipun rasa fly masih menghinggapi kepala, dan saya
pun akan menjalani CT-scan wiken ini. Semoga tidak ada yang aneh-aneh terjadi. Lagi-lagi,
saya benar-benar harus menjalani hidup sehat kembali.
Dan untuk segala hal
menakjubkan yang sudah terjadi, dan yang akan terjadi, Alhamdulillahirabbil’alamin
wasyukurillah. Terima kasih banyak ya Allah :)
Pesan malam ini, selamat malam Joong Ki! :D *hahahaha*
Pesan malam ini, selamat malam Joong Ki! :D *hahahaha*
No comments:
Post a Comment